![]() |
Kota Belawan dilanda banjir rob. Ketua KSJ Belawan melakukan demo tunggal. (foto : Istimewa) |
Metro7news.com | Belawan - Banjir rob lagi-lagi menjadi momok menakutkan yang terus saja menghantui masyarakat Kota Belawan dalam satu dekade belakangan ini. Banjir air pasang yang selalu menenggelamkan Kota Belawan dan seluruh pemukiman penduduk di ujung Utara Kota Medan tersebut.
Hingga kini banjir rob yang kerap kali melanda Kota Belawan belum juga dapat teratasi oleh Forkopimda Kota Medan dan Pemerintah Sumut serta PT Pelindo sebagai pelaksana proyek reklamasi laut Belawan.
Pada penghujung tahun lalu, tepatnya pada November 2021, awak media ini telah melakukan penelusuran terkait reklamasi laut Belawan yang dilakukan oleh PT Pelindo. Selain buang badan dan saling melempar tanggung jawab pasca reklamasi, PT Pelindo juga terkesan menutup-nutupi oknum yang berwenang dalam memberikan keterangan terkait hal tersebut.
Seperti pada 20 November 2021 lalu, awak media ini telah melakukan konfirmasi kepada Khairul Ulya Manager Pelindo Cabang Belawan, Namun Ulya mengelak untuk memberikan keterangan resmi kepada wartawan, sembari meminta wartawan untuk melakukan konfirmasi kepada Manager PT Pelindo Terminal Peti Kemas yang berkantor di Kawasan Pelabuhan Peti Kemas Gabion Belawan.
Sayangnya, berulang kali wartawan tidak pernah berhasil melakukan konfirmasi dan akhirnya kontak whatsapp wartawan pun diblokir oleh Manager PT. PTP dan juga Khairul Ulya yang diketahui merupakan pihak yang bertanggung jawab melakukan pembagian uang konvensasi bagi sejumlah masyarakat nelayan Belawan di awal pelaksanaan reklamasi.
Demo Tunggal
Disaat naiknya banjir rob bervolume tinggi pada Minggu (15/05/2022) petang, Reza (30) seorang penggiat sosial yang berasal dari Kota Belawan melakukan demo tunggal dengan memakai tshirt bertuliskan "Aku Galau Ketika Belawan Pasang" mencoba untuk menghimbau warga Belawan khususnya para orang tua agar terus melakukan pengawasan kepada anak-anaknya disaat banjir rob melanda.
Mengingat kejadian tahun lalu, beberapa balita telah menjadi korban keganasan rob, akibat kelalaian orang tua dan tingginya banjir.
Reza yang juga Ketua Komunitas Sedekah Jum'at Kota Belawan kepada awak media mengatakan, akan memberi himbauan kepada warga untuk tidak menganggap remeh hantaman banjir rob yang tengah melanda pemukiman dan seluruh kawasan Kota Belawan.
"Iya, kita menghimbau agar para orang tua terus waspada dan memantau anak-anak mereka, agar tak menjadi korban tenggelam di kedalaman banjir. Saya juga menghimbau kepada warga untuk menjauhi tiang listrik yang bertegangan aktif, agar jangan sampai ada warga yang tersengat arus listrik," ucapnya singkat.
Terpisah, salah seorang warga Jalan Selebes Belawan berinisial MN (43) kepada awak media ini mengatakan, bahwa permasalahan banjir rob akan terus seperti hari ini, tanpa ada penyelesaian.
Dirinya menyesalkan sikap sejumlah anggota Dewan (DPRD), yang berasal dari Dapil II Kota Medan, yang seakan membisu melihat fenomena tersebut.
"Semua anggota Dewan asal Dapil II ini memang tidak punya nyali untuk bersuara bang, masak kampungnya terus menerus terendam rob masih saja diam ? Atau jangan-jangan mereka sudah terima penyumpal mulut dari Pelindo, sehingga mereka takut bersuara. Ada juga yang wak labu, bicara pemekaran Medan Utara, padahal Panglima Talamnya dia, muak awak bang lihat mereka," kesal MN penuh emosi.
(Dst7)