Apel Pergeseran Pasukan PAM Pilkada Serentak 2024 di Pimpin Kapolres Madina

Apel Pergeseran Pasukan PAM Pilkada Serentak 2024 di Pimpin Kapolres Madina

Selasa, 26 November 2024

Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SH., SIK memeriksa pasukan dalam Apel Pergeseran pasukan Ops Mantap Praja 2024, Senin (25/11/24).

Metro7news.com|Madina - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mandailing Natal (Madina), AKBP Arie Sofandi Paloh, SH., SIK memimpin apel pergeseran pasukan Operasi (Ops) Mantap Praja Toba 2024 dalam rangka pengamanan (PAM) pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Tahun 2024 di Wilayah Kabupaten Madina, Senin (25/11/24).


Apel pergeseran pasukan operasi Mantap Praja Toba 2024 dalam rangka pengamanan pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2024 ini bertempat di Lapangan Multifungsi Tantya Sudhirajati Markas Komando (Mako) Polres Madina, Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara.


Kapolres Madina dalam amanatnya menyampaikan, dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak ini, Polres Madina dan jajaran menurunkan sebanyak 357 personel yang terdiri dari Polres Madina sebanyak 300 personel, BKO dari Sat Brimob PHH 30 personel dan Dalmas Direktorat (Dit) Samapta Polda Sumut 27 personel.


"Sat Brimob PHH ini stand by di Sipirok yang mana apabila dibutuhkan dapat digeser kapan pun dan BKO Dalmas Dit Samapta Polda Sumut sebanyak 27 personel untuk memback up pengamanan terhadap 801 TPS yang ada di Wilayah Kabupaten Mandailing Natal," kata Kapolres Madina.


Pada amanatnya, Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh juga menegaskan, dalam menjalankan tugas fungsi Polri sebagai pelindung pengayom dan pelayan masyarakat harus siap ditempatkan di mana saja dan kapan saja dalam melaksanakan tugas negara.


AKBP Arie S Paloh juga memberikan sejumlah perhatian kepada personel, diantarnya adalah personel yang akan melaksanakan pengamanan dan pengawalan logistik di Pilkada melaksanakan pengamanan dan pengawalan sebaik mungkin.


"Petakan kerawanan di jalur yang akan dilewati, jaga kondisi logistik Pilkada seutuhnya dan sebaik mungkin," ujarnya. 


Kemudian, kepada personil PAM TPS harus dapat memetakan kerawanan di desa dan dilarang memasuki TPS kecuali atas permintaan petugas KPPS dan mencatat semua kegiatan menonjol selama proses pemungutan dan perhitungan suara.


Selanjutnya adalah mengamankan dan mengawal pergeseran kotak suara dan surat suara dari TPS ke desa-desa ke kantor camat dan seterusnya. 


Turut hadir dalam apel pergeseran pasukan tersebut, Bupati Madina, HM Ja'far Sukhairi Nasution, para Pimpinan Forkopimda, TNI-AD, TNI-AL, Katua KPU, Komisioner Bawaslu, Kepala BNNK, Ulama, Tokoh Masyarakat dan undangan lainnya. 


(MSU/PR Res MN)