![]() |
Kodam I Bukit Barisan berhasil mengungkap kasus pembuatan oli palsu, lebih kurang 30 truk diamankan dari pusat pruduksi di dua lokasi di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. |
Metro7news.com|Medan - Kodam I Bukit Barisan mengamankan 30 truk oli palsu dari pusat produksi di Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Dua lokasi yang berhasil diungkap diantaranya di Kompleks Pergudangan Harmoni Tanjung Selamat, Percut Sei Tuan dan Kompleks Pergudangan Intan yang berada di Jalan Letda Sujono Medan Tembung.
Kasdam I Bukit Barisan, Brigjend Refrizal dalam konfrensi persnya, Rabu (19/02/25) mengatakan, pengungkapan kasus ini dilakukan oleh sejumlah stakeholder berkat adanya laporan tentang dugaan ketertiban anggota TNI dalam peredaran oli palsu.
Lebih jauh, perwira bintang satu itu menjelaskan, pengungkapan kasus berawal dari informasi yang diperoleh pada (18/02/25) terkait dugaan adanya aktivitas produksi oli palsu di Wilayah Medan yang diduga melibatkan anggota TNI.
Menindaklanjuti informasi itu, Kodam I/BB selanjutnya melakukan pendalaman hingga berhasil mengidentifikasi beberapa lokasi yang diduga kuat sebagai pusat produksi. Lokasi-lokasi tersebut mencakup fasilitas injeksi, tempat pencampuran bahan, serta gudang penyimpanan produk siap edar.
Pada malam harinya, Kodam I/BB bersama stakeholder terkait, yakni Kemperindag dan Pertamina mengadakan briefing untuk menyusun rencana penindakan terhadap lokasi-lokasi yang teridentifikasi sebagai tempat produksi dan distribusi oli palsu tersebut
"Kendati kami tidak berhasil menemukan adanya oknum anggota TNI, namun dalam penindakan tersebut kami berhasil menemukan serta mengamankan ribuan produk oli palsu di lokasi tersebut. Produk-produk ilegal ini terdiri dari berbagai merek, dengan total barang bukti mencapai lebih dari 30 truk," katanya.
Barang bukti yang diamankan antara lain, ribuan liter oli palsu yang sudah dikemas seperti merk Mesran, Meditran, Prima dan berbagai merek ternama lainnya yang siap untuk didistribusikan.
Sebanyak 30 truk oli palsu ditemukan di berbagai titik penyimpanan, baik di Kompleks Pergudangan Intan (Blok 8A, 9A, 10A, 11A, dan 88F) maupun di Kompleks Pergudangan Harmoni (Blok 8K dan satu lokasi yang berdekatan).
"Lokasi-lokasi ini digunakan tidak hanya untuk penyimpanan, tetapi juga sebagai tempat injeksi, yaitu proses pengisian oli palsu ke dalam kemasan baru yang menyerupai produk asli," tambahnya.
Kodam I Bukit Barisan akan menyerahkan seluruh barang bukti, berupa lebih dari 30 truk berisi oli palsu kepada Polda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut.
Langkah ini bertujuan untuk mendukung pengembangan kasus serta mengungkap jaringan distribusi yang lebih luas.
"Hingga saat ini, baru ada tiga orang pelaku yang berhasil diamankan. Namun, penyelidikan terus berlangsung dengan fokus utama pada pelacakan jaringan distribusi serta identifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab," tutupnya.
(ds)