![]() |
Komisi A DPRD Asahan sedang melaksanakan RDP terkait permasalahan dermaga berdiri diatas DAS Asahan, dan tidak mengantonggi izin. |
Metro7news.com|Asahan - Ada yang aneh dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait bangunan dermaga permanen milik Joe Tjang (CV. AJA) yang digelar oleh Komisi A DPRD Asahan, Selasa (25/03/25) siang tadi.
Pasalnya Joe Tjang si pemilik dermaga CV. AJA tidak hadir untuk mengikuti RDP, namun mengirimkan surat kepada Ketua Komisi A yang menyatakan, bahwa dirinya sedang sakit dan akan bertemu dengan dokter.
Anehnya dalam surat itu, Joe Tjang tidak merinci penyakit yang dideritanya dan dokter mana yang akan bertemu dengannya.
Akibatnya, surat itu pun membuat geram Ketua Komisi A DPRD Asahan, Azmi Hardiansyah Fitrah, SH., M.Kn yang memimpin langsung jalannya RDP.
Dihadapan seluruh hadirin, Azmi pun mengatakan, bahwa surat Joe Tjang adalah surat bodong yang tidak berdasar.
Surat bodong yang dikirim atas nama Joe Tjang itu pun kemudian menimbulkan pertanyaan, siapa orang yang telah mengirim surat tersebut ke DPRD Asahan, tepat di hari pelaksanaan RDP.
Ketua Komisi A DPRD Asahan yang dikonfirmasi wartawan terkait hal itu menerangkan, bahwa pihaknya masih menelusuri siapa orang yang mengirimkan surat bodong Joe Tjang tersebut ke DPRD Asahan.
"Pagi tadi staff kita yang menyerahkan ke saya bang, katanya dari bagian umum, nanti kita akan telusuri siapa orangnya dan sebagai apa dia," jelasnya.
Terkait berita yang diterbitkan oleh beberapa media yang menyatakan bahwa dalam RDP tersebut, ternyata Joe Tjang memiliki izin, Azmi Hardiansyah pun menjawab bahwa Komisi A menolak berita tersebut dan meminta agar media maupun wartawan dapat memberitakan hal sebenarnya secara objektif dan tidak menggiring opini sesat.
"Bagaimana kita bisa menerima keterangan Joe Tjang yang tidak hadir dan hanya mengirimkan surat bodong. Kami minta agar kawan-kawan wartawan tidak memutar balik fakta dan bisa bekerja secara objektif dan profesional. Serta tidak membuat narasi yang menyesatkan masyarakat luas," tandasnya.
Lebih jauh Ketua Komisi A mengatakan, bahwa dalam RDP lanjutan nanti, pihaknya akan meminta kelengkapan wartawan yang akan ikut meliput jalannya RDP. Hal itu guna meminimalisir terjadinya kesalahpahaman dalam pemberitaan.
"Kalau seperti ini ceritanya, nanti di RDP lanjutan, kami akan meminta kelengkapan para wartawan jika ingin meliput jalannya RDP. Agar lebih jelas siapa saja dan wartawan dari media mana saja yang akan menaikkan pemberitaan itu," tutupnya.
(dt)