Todung Mulya Lubis Minta Kapolri dan Kapolda Sumut Turun Lakukan Penertiban PETI di Madina




 

Todung Mulya Lubis Minta Kapolri dan Kapolda Sumut Turun Lakukan Penertiban PETI di Madina

Senin, 10 Maret 2025

Tangkapan layar postingan media sosial FB Todung Mulya Lubis, Senin (10/03/25).

Metro7news.com|Madina - Salah seorang Tokoh Nasional berasal dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Todung Mulya Lubis mengutarakan sangat menyayangkan kondisi lingkungan yang hancur, khususnya ekosistem air Sungai Batang Natal, sehingga masyarakat hilir sungai di Natal menjadi korban.


Dalam postingan media sosial (Medsos) Facebook miliknya. Beliau memposting sebuah foto tentang keruhnya air Sungai Batang Natal. Menurut Todung dalam postingan, dulu sungai ini sangat jernih, karena ulah tangan-tangan nakal yang berusaha merusak lingkungan, kini Sungai Batang Natal yang menjadi kebanggaan masyarakat Madina tak lagi bisa digunakan sebagai sumber pencaharian maupun mandi, cuci, kakus (MCK).


Diketahui postingan ini diposting oleh Todung Mulya Lubis sekira 21 jam yang lalu. Dalam postingan itu, Tokoh Madina ini pun meminta secara langsung Kapolda dan Kapolri untuk turun langsung melakukan penertiban.


Hal ini dikarenakan, Todung menganggap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) di daerah diduga melakukan pembiaran terhadap kegiatan pertambangan emas tanpa izin (PETI).

Diduga Ada Residivis Kasus PETI Bermain


Tim pun berusaha menelusuri benar atau tidaknya ada para pelaku tambang ilegal di hulu Sungai Batang Natal. Berdasarkan penelusuran tersebut, ternyata salah seorang pemain di sekitaran hulu Sungai Batang Natal adalah residivis kasus PETI.


Saat tim melakukan penelusuran, salah seorang warga Kecamatan Batang Natal yang tak ingin identitasnya diungkap mengatakan, AAN residivis kasus PETI yang pernah diamankan Polda Sumut ini kembali main di Ujung Kampung Sipogu.


"Benar bang. diduga AAN ada main di Ujung Kampung Sipogu. Berbatasan dengan Desa Ampung Padang tepatnya lahan milik Cepin. Tapi kami ga tau siapa kawan mainnya," jelas warga tersebut kepada tim, Senin (10/03/25).


Sementara itu, Kapolsek Batang Natal, AKP Hendra Siahaan yang dikonfirmasi melalui telepon hingga berita ini ditulis tidak juga menjawab telepon tim.


Bahkan no Hp Kapolsek Batang Natal ketika panggilan ketiga pun hanya dijawab, "nomor yang anda tuju sedang tidak aktif".


Saat di konfirmasi Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh, SH., SIK melalui Plh Kasi Humas Polres Madina, Iptu Bagus Seto yang dikonfirmasi menjawab, terimakasih informasinya, kita akan segera cek.


“terima kasih informasinya, kita akan segera cek kebenarannya," tegas Iptu Bagus Seto yang juga menjabat KBO Satreskrim Polres Madina itu. 


(MSU)